Menurut Kantor Berita ABNA, Pemerintah Mesir dalam melanjutkan pelarangan hubungan penulis dan pelajar asli Mesir dengan para peneliti dan pemikir dari Republik Islam Iran ini serta dalam rangka melakukan penekanan pada para pengikut madzhab Syi’ah, subuh kemarin melarang Ahmad Rosim An Nafis untuk pergi ke Teheran. Pada kesempatan ini an Nafis berkata,” Saya pagi ini sudah berniat setelah pergi ke Dubai, take off ke Teheran tapi para petugas keamanan di bandara menghentikan saya dan berkata bahwa saya tidak boleh pergi ke Teheran”.
Dia menambahkan, “ Saya sudah berencana untuk tinggal di Teheran dan beberapa kota di Iran selama kurang lebih sepuluh hari untuk menemui ahli agama dan ahli politik di Iran” Dia juga menjelaskan,” Saya dari Majma’ Jahani Taqrib Madzhab Islam (organisasi pendekatan madzhab Islam internasional) dan saya juga sudah diundang untuk menghadiri suatu konggres, namun petugas keamanan mesirtanpa membiarkan saya mengetahui sebabnya mengambil pasport saya dan melarang saya untuk berhubungan dengan orang-orang syi’ah”
Sebelumnya negara Inggris hasil dari pengaruh orang wahabi dan pembenci syi’ah sejak sebulan yang lalu melarang Ahmad Rosim untuk datang ke Inggris, padahal dia sedang menjalani studi disana. Jadi menarik sekali karena dua bulan lalu pemerintah Mesir melalui petugas keamanannya melarang Mahmud Jabir seorang ulama syiah yang merupakan seorang kepala sekolah Qur’an An Nur di Kairo untuk terbang ke Teheran dalam rangka pameran internasional Alqur’an AlKarim dan ilmu psikologiyang berlangsung dua bulan yang lalu. Namun sayang dinas keamanan melarang kepergiannya tersebut.
Siapakah Doktor Ahmad Nafis?
Ahmad Rosim Nafis lahir pada tahun 1952 M di kota Al Manshurah Mesir, dia sebelumnya merupakan praktisi pendidikan dan seorang penulis Sunni. Kemudian dia berpindah ke madzhab Syi’ah, dia memiliki makalah-makalah dan buku-buku dalam ranah ahlul bait. Buku At Thariq Ila madzhab AhlulBait (Jalan Menuju Madzhab Ahlul Bait) dan buku Nubuwah dalam nahjul balaghah (Kenabian dalam kaca pandang Nahjul Balaghah) merupakan dua buah karya darinya. Dia termasuk penulis Mesir ternama, dia sudah menulis berbagai makalah untuk menjawab subhat-subhat yang ditujukanpada syi’ah.
Dia adalah penulis yang giat dan sangat aktif dalam berbagai masalah budaya maupun masalah agama. Dia juga menerbitkan majalah An Nida. Beberapa judul makalah yang ia tulis sebagai berikut:1. At thariq Ila madzhab Ahlul bait as
2. Ali Khthi Al Husaini as
3. At Tahqim, pelajaran fiqih sejarah untuk umat Islam
4. Aj Jama’at Diniyah Muhawalah Istimsakh Al Ummah Islamiyah
5. Man Asasa Tsaqafatil ‘Inaf?
6. Syarhu du’a Shahr Imam Sajad as
7. Al Imam Ali wal Adalah AL Ijtimaiyah (mu’tamar daulah Imam Ali as Teheran 2001 M)
8. Fiqh Taghyir baina sayid Muhammad Baqir Sadr wa sayid Quthub, Dirasah Muqaranah
9. Al Imam Mahdi Al Muntadhar wa khushumu marahalatu dhuhur.
Salah satu karya terbaiknya adalah buku Nafahat Mina Sirah, disitu diuraikan ringkasan dari sejarah Rasulullah saaw dan Para Imam Maksum as.
Karena pelarangan itu, akhirnya dia mengirimkan surat kepada Perdana Menteri Mesir agar secara resmi mengumumkan hak-hak orang syi’ah, dia berkata,” Jika harapan orang-orang syi’ah tidak dikabulkan kami akan menuntut ke pengadilan dan untuk membela hak-hak kami tidak ada cara lain kecuali perang pembelaan hak”.
Tahun 2009 lalu Ahmad Rosim berkunjung ke Iran dan berceramah diacara konggres internasional Syahidain di kota Qom.